25

25

Lusiana Agustina

Sejak kecil, aku sudah terbiasa dengan acara perayaan ulang tahun. Bagiku, ulang tahun harus dirayakan entah mau sekecil atau sebesar apapun. 

Ketika aku berusia 5 tahun, Mamahku akan membuat tumpeng nasi kuning yang akan dicicipi oleh satu keluarga.

Saat aku berusia 6 tahun, barulah Mamahku akan membeli satu kue coklat besar beserta lilin cantik bertulisan angka enam.

Aku senang sekali melihat foto masa kecil-ku yang menggambarkan perayaan hari kelahiran. 

Kurasa, aku cukup beruntung memiliki perayaan kecil seperti itu hingga kini. 

Hari ulang tahun menjadi momen istimewa bagi diriku. Mamahku selalu mengucapkan kalimat-kalimat indah untuk mendoakan dan mengharapkan terbaik setiap tahunnya, begitupula dengan Papah. 

Semua doa yang diucapkan selalu aku ingat dan panjatkan. Doa setiap orang adalah berkah, terutama hari lahirku di dunia ini. 

Setiap kali ulang tahun mendekat, aku mulai menyadari betapa bersyukurnya diriku. 

Melewati hari ulang tahun layaknya melewati bergantinya musim. Aku sempat membaca buku berjudul, Seni Menyederhanakan Hidup karya Shunmyo Masuno. 

Pada halaman 6 menceritakan mengenai bagaimana cara menikmati udara pagi. Shunmyo Masuno membiasakan diri untuk bangun pukul 05.00 pagi dan hal pertama yang ia lakukan adalah mengisi paru-paru dengan udara pagi.

Ia akan berjalan mengitari ruang utama kuil, ruang pertemuan, dan bilik-bilik pendeta, lalu membuka tirai, tubuhnya secara otomatis mengalami perubahan-perubahan musim.

Setiap harinya, ia akan melakukan proses yang sama akan tetapi setiap hari tidaklah terasa sama. 

Rasa udara pagi, saat ketika fajar tiba, sentuhan angin di pipi, warna langit, dan dedaunan di pohon - segala sesuatunya selalu berubah. 

Pagi adalah saat ketika seseorang sepenuhnya mengalami perubahan-perubahan ini. 

Itulah yang aku rasakan ketika menyadari bertambahnya usia. Sebagai orang yang kelahiran tahun 99, tahun ini aku berumur 25 tahun. 

Artinya, aku sudah hidup selama 25 tahun di dunia. Waktu itu bukanlah waktu yang pendek.

Rasanya sungguh tidak percaya jika aku sudah beranjak dewasa dan menjadi perempuan matang. Dulunya, aku hanyalah seorang anak yang bahkan tidak dapat makan seorang diri. 

Begitu aneh jika membicarakan umur- dulunya. Sekarang, itu hanyalah sebuah angka yang mengingatkanku mengenai hidup dan kematian. 

Aku bersyukur telah diberikan kesempatan lebih dari Tuhan karena sudah hidup selama ini. Tidaklah mudah menjalankan hidup di dunia. Akan tetapi, aku selalu mempercayakan apa rencana terbaik Tuhan untuk diriku.

Aku selalu menempatkan diri sebagai aktor yang dijalankan oleh Tuhan dengan skenario terbaiknya. Kurasa, itu tidaklah buruk.

Melihat kebelakang, aku hanyalah seseorang yang naif dan kekanak-kanakan. Entah, sekarang aku merasa sudah menjadi dewasa sepenuhnya. 

Aku sudah menerima bahwa sebagai manusia kita akan mengalami perubahan. Segalanya tidaklah sama lagi seperti sebelumnya. Bahkan, musim panas akan berganti dengan musim hujan begitupula dengan bertambahnya umur.

Kita tidak dapat menolak maupun menunda hal tersebut. Satu hal yang bisa dilakukan adalah menjalani hidup sebaik mungkin dan menerimanya. 

Aku bukanlah anak yang memiliki segalanya, namun aku termasuk anak yang beruntung.

Ya. Aku beruntung karena hidupku selalu dipenuhi oleh pengalaman indah, pembelajaran hidup, keluarga, saudara, dan teman-teman terbaik. 

Aku cukup beruntung diumurku yang ke-25 tahun ini masih bisa merasakan kasih sayang dari orang-orang tercinta, tentu saja cintaku kepada Tuhan akan selalu bertambah setiap detiknya. 

Ada satu kalimat mutiara yang aku sukai, 

"Dia adalah orang yang bijaksana, yang tidak menangisi hal-hal yang tidak dimiliki, dan mensyukuri hal-hal yang dimiliki" oleh Epictetus. 

Kalimat mutiara tersebut menjadikan motivasi untuk menjadi sosok yang bijaksana. 

Aku ingin menjadi sosok seperti itu!

Adakalanya, aku mengabaikan momen-momen kebetulan yang menguntungkan kita dan kurang menghargai hal-hal sederhana. 

Melalui buku berjudul, The Art of Letting Go karya Damon Zahariades, mengajarkan bahwa mempraktikkan rasa bersyukur itu sederhana. 

Hal yang sulit adalah mengetahui bagaimana dan di mana harus mulai bersyukur jika kita belum pernah melakukannya. 

Maka dari itu, setiap pagi selama 5 menit aku akan menuliskan hal-hal yang patut disyukuri. Entah itu hal kecil maupun hal yang besar. 

Kurasa, ini adalah langkah baik untuk diriku agar tetap maju dan berkembang. 

Aku berharap tahun ini atau bahkan apabila masih diberi kesempatan, masih dapat merasakan indahnya hindup bersama dengan orang-orang terkasih.

Semoga pada umurku yang ke-25 ini akan menjadikanku pribadi yang lebih baik dan dewasa serta berjalan di jalan lurus dan benar.

Komentar

  1. Hei selamat ulang tahun. Maaf jika komentar ini dibuat 75 hari setelah ulang tahunmu yang ke-25. Semoga tetap dapat diterima ucapan yaa, hihi.

    Harapanku, semoga kamu panjang umur dan sehat selalu. Di sepanjang perjalananmu yang berat semoga selalu diterangi senyuman dan dipeluk hangatnya kebahagiaan. Aku selalu percaya bahwa bunga manis sepertimu akan selalu mekar dimanapun berada. Tetap semangat karena mimpimu masih sangatlah banyak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hei, terima kasih banyak atas ucapan dan doanya! Aku menghargai setiap doa yang diucapkan!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer