PERLUNYA SIKAP MENGHARGAI
PERLUNYA SIKAP MENGHARGAI
Lusiana Agustina
Teman-teman pernah engga sih kalian merasa tidak "dihargai"? Atau teman-teman pernah engga sih tidak "menghargai"? Coba deh, kalian tanyakan pada diri kalian sendiri.
Sikap menghargai terdengar mudah didengar dan kerap terdengar oleh kita semua. Tapi, kenapa masih saja banyak orang yang saling tidak menghargai satu sama lain. Konteks-nya bukan hanya kepada sesama lingkungan hidup, benda mati juga termasuk.
Penting untuk menumbuhkan sikap menghargai. Ketika kita dihadapkan oleh berbagai permasalahan ataupun kondisi tertentu segala keputusan yang kita terima maupun berikan tidak luput dari sikap menghargai.
Terkadang kita tidak sadar betapa pentingnya menghargai sesuatu hal. Bahkan salah satu aktris cantik bernama, Priyanka Chopra pernah menyampaikan sebuah quotes
"Respect people's time, if you want your time to be respected".
Sangat sederhana namun penuh makna.
Apabila kita ingin "dihargai" maka belajarlah untuk "menghargai" terlebih dahulu. Kita tidak bisa bersikap semena-mena akan tetapi masih berharap dihargai meraja lela. It's not fair. Hidup itu layaknya roda yang terus berputar. Hidup itu adil.
Semisalnya saja ketika kita berada di sebuah percakapan dengan teman dan memiliki janji temu pada hari yang telah ditentukan. Hari yang ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama. Tentu saja, masing-masing pihak memperhatikan jadwal kosong untuk saling bertemu. Akan tetapi, tepat pada hari H salah satu pihak menyampaikan informasi jika ia membatalkan janji temu tepat saat temannya sedang siap-siap.
Aku yakin, kejadian tersebut hampir semua orang pernah merasakannya. Toleransi yang dapat diberikan tidak terlalu besar. Sebab, manusia memiliki perasaan kecewa. Bagaimana bisa, setelah berjanji jauh-jauh hari dan telah memastikan jadwal kosong malah dibatalkan sepihak. Oke. Kita anggap jika ada keperluan mendesak yang tidak bisa ditinggali. Kita masih bisa memberikan toleransi akan perihal tersebut.
Namun, bagaimana jika tidak alasan jelas? Marah pun percuma. So, don't be a pathetic person. Daripada kecewa berlebih, tetaplah pergi. Tentu, kita engga mau membuang waktu di hari yang sudah kita kosongkan, bukan? Itulah yang bisa kamu lakukan dalam menanggapi kondisi tersebut.
Permasalahannya disini adalah rasa menghargai terhadap sesama. Pihak lain bersikap tidak menghargai terhadap pihak lainnya. Apapun hal mendesak yang terjadi dapat disampaikan dengan baik jika ia masih menghargai temannya. Itulah mengapa manusia condong bersikap tidak menghargai orang lain. Karena, ia tidak memikirkan perasaan pihak lain.
Jangan karena alasan klasik seperti, "harinya panas, mager deh, ga jadi aja ya?" Setiap hari di musim panas, kita pasti akan merasakan hal itu. Bagaimana jika temanmu sudah mempersiapkan diri karena rumahnya lebih jauh ke lokasi dibanding rumah kamu? Tentu, kamu tidak memikirkan sejauh itu.
"Tidak semuanya berjalan sesuai keinginanmu ya.
Ingat, kita adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Pastinya membutuhkan bantuan orang lain. Menumbuhkan sikap menghargai bagian dari kesadaran diri."
Jika kita dapat menghargai orang lain, hidup akan menjadi tenang. Kita menjadi orang beribawa. Tentu saja, ketika ada suatu kondisi kita mampu mengambil keputusan terbaik tanpa tergesa-gesa. Tepatnya kita akan memiliki pribadi yang lebih dewasa. Apabila terdapat perbedaan pendapat maupun masalah, kita akan bersikap tenang untuk menghadapinya.
Selain itu, apabila kita menghargai orang lain tentu kita akan dihargai orang lain. Kita adalah mahluk sosial yang tentu saja suatu saat akan pergi ke kota maupun negara tertentu. Jika kita menerapkan sikap menghargai, kehidupan kita akan terasa lebih tentram dan dapat diterima dengan baik.
Mamahku juga sering bilang, kita hidup tidak sendiri suatu saat akan membutuhkan orang lain. Contohnya saja, tetangga rumah. Kalau tidak dapat berbuat baik atau saling menghargai, hidup akan kesusahan. Toh, apa-apa yang nolongin kelak adalah warga sekitar.
Oke, itu saja yang mau aku sampaikan! Sampai jumpa bulan depan!
Komentar
Posting Komentar