LULUS S2
LULUS S2
Lusiana Agustina
Kabar gembira bagi aku perlu disebar luaskan. Seperti hal-nya hari ini. Belum lama ini aku sudah diumumkan lulus perkuliahan pascasarjanaku. Tepatnya, 1 tahun 6 bulan lebih. Sesuai keinginanku yang ingin lulus S2 selama 4 semester.
Puji syukur, aku berterima kasih atas segala dukungan yang sudah diberikan. Terutama, kedua orang tuaku. Tidak lupa juga sahabat-sahabatku. Faktor aku bisa lanjut perkuliahan S2 juga berkat orang tuaku. Alhamdulillahnya aku diberikan kesempatan emas tersebut.
Selama aku berkuliah S2, ada beberapa hal berbeda yang mencolok. Mungkin, sebagian dari kalian tidak tahu. Ketika aku kuliah S1 dulu aku termasuk mahasiswa yang tidak terlalu mencolok. Semisalnya, bertanya kepada Dosen. Dulu itu, jarang banget aku lakuin. Paling pol, kalau ada teman yang presentasi aja baru nanya biar sekiranya agak aktif.
Percaya nggak percaya, sewaktu S2 kita sebagai mahasiswa dituntut untuk aktif. Sebenarnya sewaktu S1 pun juga, hanya saja aneh kalau sudah S2 tapi masih diem mulu. Entah menjawab pertanyaan, bertanya, ataupun hal lainnya yang menurut aku itu sedikit sulit karena tidak terbiasa. Persaingan juga terlihat secara nyata. Apalagi sudah menjadi mahasiswa S2 bukan hanya sekadar menjawab dan bertanya monoton akan tetapi dapat berpikir kritis serta kreatif dalam pembelajaran. Yang dimaksudkan kreatif yakni mampu memberikan contoh persoalan di kehidupan nyata.
Kebetulan jurusanku pendidikan bahasa Indonesia, jadi persoalan yang dimaksud adalah pendidikan itu sendiri. Kurikulum yang sedang digunakan wajib tahu, dunia lapangan pendidik wajib tahu, persoalan pun wajib tahu. Intinya harus update dan memberikan data akurat.
Maka dari itu, sudah umum kalau kuliah nggak bakal lepas dari artikel ilmiah, salah satunya jurnal nasional maupun internasional. Hampir setiap minggu pertemuan kita wajib untuk mencari referensi terbaru salah satunya melalui artikel ilmiah jurnal. Hal ini salah satu kegiatan yang aku suka. Aku suka banget baca jurnal. Banyak sekali informasi yang terdapat, dan dari situ kita juga mendapat celah-celah penelitian yang belum pernah dilakukan.
Menurutku S2 tidak terlalu sulit seperti apa yang dibayangkan orang-orang. Kuncinya hanya satu. Materi saat kita kuliah S1 terdahulu sudah menjadi pegangan, yakni harus menguasai secara umum. Dosen nggak akan repot-repot menjelaskan ulang materi yang sudah dipelajari sebelumnya.
Kuliah S2 di UNNES dilaksanakan dua hari saja setiap minggunya. Beda dengan S1 yang kuliahnya bisa satu minggu full. Semua ini tergantung oleh SKS-nya sih. Walaupun kuliahnya cuman 2 hari, tapi tugasnya perlu waktu seminggu untuk diselesaikan...
Pada dasarnya, sebelum aku memasuki perkuliahan aku mempelajari kembali materi-materi S1. Setiap materi yang berkategori sama pasti akan aku jadikan satu agar mempelajarinya lebih mudah. Awalnya karena inisiatif sendiri, dan persiapan juga biar nanti nggak akan ketinggalan materi.
Selama perkuliahan mengajarkanku untuk lebih cermat dalam memilih kata dan berbicara publik secara formal. Banyak banget hal-hal yang aku dapatkan selama perkuliahan S2 ini.
Kalau ditanya gimana caranya lulus tepat waktu atau bisa 3 semester saja?
Hanya ada satu jawaban yakni sudah tau tema tesis yang ingin diteliti. Jadi, sebelum masuk S2 aku sudah menentukan tema atau judul tesis yang memang ingin diteliti. Bagiku penting untuk menentukan tema dan judul tesis. Begitupula, menentukan penelitian yang akan kita jalani termasuk penelitian kualitatif atau kuantitatif. Ada juga yang melanjutkan skripsi-nya, ada juga yang mengambil penelitian baru. Aku salah satu orang yang memutuskan untuk memperdalam tema skripsiku dulu.
Gambaran tesis kedepannya bersifat wajib. Kuliah S2 bukan seperti S1, menurutku selama kuliah pascasarjana sudah memiliki strategi yang efisien. Menentukan judul tesis, proposal, maupun dosen pembimbing perlu adanya strategi. Hanya satu tujuan kita, lulus dengan nilai yang memuaskan dan tepat waktu. Toh, dosen pembimbing juga akan membantu kita mengenai penelitian yang ingin kita lakukan.
Jadi, mencari latar belakang masalah maupun celah-celah penelitian baru, dan juga teori yang ingin digunakan merupakan hal basic agar tesis kita lebih cepat. Tentu saja, perlu lagi saran-saran dari dosen pembimbing. Hal ini terbukti sewaktu aku menjalani kuliah. Tidak sedikit dosen-dosen mata kuliah akan menanyakan penelitian apa yang ingin diteliti untuk tesis. Dari situ, kita tentu tidak akan kesulitan menjawab, sebab kita sudah mempunyai gambaran tersendiri.
Hidup saja kita membutuhkan tujuan dan strategi begitupula kuliah.
Komentar
Posting Komentar