AKU DAN SAHABATKU

AKU DAN SAHABATKU
Lusiana Agustina

      Halo! tulisan ini untukmu.    
    Rasanya aku semakin bingung mau nulis tentang apa karena belakangan ini lagi sibuk-sibuknya kuliah. Setelah lama memutuskan untuk menulis apa, aku bakalan cerita mengenai kisahku dan sahabat baikku. Nama sahabatku adalah Amel. Kita pertama kali bertemu pada saat duduk di bangku SMP. Aku harap kalian ga bosen baca tulisanku kali ini sebab, aku pun sudah beberapa kali menceritakan tentang sahabatku ini. 
    Intinya dia adalah sosok yang penting dalam hidupku. Dulu sampai kakakku pernah berkata, "Kamu kok bisa segitunya sih sama temenmu ini." Maksudnya karena aku selalu menceritakan betapa bersyukurnya aku bisa mengenal dan menjadi sahabatnya. Ya, sebenarnya karena dia adalah satu-satunya perempuan yang menurutku sangat cantik. 
    Entah bagaimana, dia adalah soulmateku. Walaupun karakter dan cara pandang kita tentang kehidupan berbeda. Aku selalu bersyukur jika dia menerimaku apa adanya. Terkadang, aku sempat takut jika dia menjauh karena permasalahan yang kuperbuat. Tapi, nyatanya dia justru lebih fokus melihat kebaikkanku dan tentu saja, dengan cara itu aku selalu ingin menjadi versi yang terbaik. 
    Bukannya ingin membandingkan dengan teman lain. Justru, aku juga bersyukur memiliki banyak teman baik di sekelilingku. Namun, yang paling mengerti hanya ada 1 dari 10 (ibaratnya). Amel salah satu teman yang tau hal apa yang paling aku sukai. Dia selalu berfokus pada hal-hal kecil yang kulakukan. Ia juga salah satu teman yang akan memberiku hadiah buku fiksi kesukaanku. Dia selalu melihat kearahku. Bahkan, ia juga tau apa yang kupikirkan saat bersamanya. Bukankah itu soulmate sekali?
    Kita kerap menghabiskan waktu berbincang. Sering pula kita saling "nyolot" karena berbeda pendapat. Hal yang paling aku sukai adalah mimpi-mimpi yang selalu kita bicarakan berdua. Walaupun terkesan bercanda, namun aku selalu senang setiap membicarakannya. Aku selalu merasa aman karena apapun yang terjadi dalam hidupku, tidak akan semenakutkan itu karena ada sosok dirinya. Dulu, aku bahkan memiliki mimpi untuk tua bersamanya. Setiap kali melihat video kedua lansia yang masih bersama, membuatku rindu padanya. Mungkin, sekarang mimpi itu tidak seperti yang aku harapakan dan tidak terwujud lagi. 
    Sebenarnya, saat ini aku masih berusaha mewujudkan mimpi itu, walaupun hanya aku sendiri yang menjalaninya. Tapi, aku bersyukur selama perjalanan ini aku bertemu orang-orang hebat dan baik. Mereka memberiku kekuatan. Aku juga merasa bersalah disaat ketidakhadiranmu, aku selalu mencari pengganti. Aku merasa bersalah pada teman-temanku lainnya. Namun, aku pun sadar. Semua orang yang berada disisiku saat ini tidak akan selamanya akan terus mendampingik. Aku yakin, mereka memiliki peran masing-masing di hidupku. 
    Jujur saja, kepergianmu mengajarkan aku sesuatu Mel. Berkatmu, aku lebih terbuka dengan temanku lainnya. Tak lupa doa-doa selalu aku panjatkan untuk terus bersyukur kepada Tuhan. One thing i know for sure, aku belum sempat mengatakan terima kasih ke kamu, karena kamu yang mengajarkanku berbagai macam hal. 
Apa itu cinta?
    Kalau soal cinta, kamu tahu kan siapa cinta pertamaku... Ya itu kamu. Aku tahu apa arti cinta, ketika bertemu denganmu. Cinta bukan hanya tentang hubungan dengan seorang pria. Cinta yang aku rasakan adalah cinta yang membuatku terus mengingat Tuhan, cinta yang membuatku tenang, cinta yang membuatku lupa akan perasaan negatif, cinta yang membuarku melakukan hal positif, cinta yang membuatku merasa aman dan nyaman. 
    Selain itu, kamu juga mengajarkanku bertapa berartinya sosok orang tua. Kamu selalu menasehatiku untuk meluangkan waktu lebih banyak dengan mereka. Tenang saja, aku sudah melakukannya kok.
    Aku sangat berterima kasih akan hal itu. Aku berterima kasih karena kamu sudah menjadi bagian perjalanan hidupku. Cintaku padamu sedalam lautan, aku harap kita dipertemukan kembali di akhirat nanti, mel. 


Dari sahabatmu yang terus dan selalu merindukanmu. 

Komentar

Postingan Populer