SENDIRI
SENDIRI
Lusiana Agustina
Ada sebuah quotes yang bilang,
“Alone doesn't mean lonely. It just means alone. It just means that for now, you're on your own, and that's not a terrible thing.” dari Hemal Jhaveri.
Satu cerita dari kehidupanku. Sebenarnya, ini bakal jadi tulisan yang lebih kearah cara pandangku terhadap dunia. Sejak kecil, aku memang cenderung sebagai anak yang suka berimajinasi. Hal ini juga diakui oleh orang terdekatku. Aku suka memiliki keinginan dan mimpi. Contohnya gini, aku dulu selalu ingin memiliki kamar di lantai atas dengan jendela besar dan balkon untuk menikmati pemandangan. Keinginan kecil itu terwujud sebab, aku selalu berdoa dengan mengutarakan keinginanku.
Beranjak dewasa aku mulai mengenal apa itu istilah hidup normal dalam masyarakat. Hidup normal yang cenderung terjadi di sekitar kita. Seperti, memiliki pekerjaan tetap, menikah, dan sampai mempunyai anak. Dulu, aku sering mendengarkan cerita mengenai hal ini.
"Nanti, kalau aku sudah menikah bakal beli rumah ini, punya ini, punya itu." Percakapan yang sering diutarakan pada umumnya, apalagi yang sudah memasuki umur 20-tahunan. Aku juga merasa harus memiliki pemikiran itu. Jadi, aku ya ikut-ikutan aja mengutarakan keinginan yang menurutku "harus" dilakukan. Walaupun itu bukanlah kehendak diriku sendiri.
Aku pun tersadar, ketika aku menginjak umur 19 tahun. Itu bukan kehidupan yang aku inginkan selama ini. Saat aku duduk dibangku SMP, aku sudah memiliki mimpi untuk memiliki rumah nyaman dengan halaman luas di belakang. Dihiasi oleh tanaman jeruk nipis dan lemon, yang aku sukai. Mempunyai ikan hias kecil disudut ruangan tengah. Atau, memiliki rumah di daerah sepi namun nyaman sehingga saat ketika pagi tiba, aku bisa dengar kicauan burung maupun merasakan sejuknya udara pagi. Selain itu, membaca buku atau menulis sesuatu yang aku inginkan setiap hari, bukanlah hidup yang buruk. Sejauh yang aku ingat, selalu ada diriku sendiri dalam mimpi tersebut. Tidak ada orang lain (maksudnya menikmati hidup seorang diri). Toh, aku ga pernah sekalipun berpikir jika hidup sendiri, aku merasa kesepian.
Aku mencintai diriku sendiri, lebih dari apapun. Bertambahnya usia, aku mulai sadar jika diriku jauh lebih bahagia menghabiskan waktu sendiri. Me time. Aku jarang berinteraksi dengan laki-laki untuk memulai sebuah hubungan. Bukan berarti, aku tidak menyukai hal tersebut. Hanya saja, menghabiskan waktu sendiri seperti, pergi menonton cinema, membeli buku di toko buku, membaca buku, atau menikmati matcha di cafe yang lucu, adalah kegiatan yang aku gemari seorang diri.
Diriku menyadari hal itu, karena aku juga melakukan sebuah perbandingan. Perbandingan ketika menghabiskan waktu seorang diri dengan menghabiskan waktu bersama orang lain. Sekali lagi, bukan berarti aku membenci kegiatan interaksi itu, hanya saja "Me Time" lebih membuatku bahagia.
Tidak dapat dipungkiri juga jika manusia tidak dapat hidup sendiri perlu bersosialisasi. Hal itu memang ada benarnya. Menurutku sendiri, bukan berarti kita harus menjalani kehidupan terjalin untuk waktu keterpanjangan. Berdasarkan pengalamanku, aku sebagai individu pun juga ada sesuatu yang tidak dilakukan seorang diri dan membutuhkan bantuan orang lain. Artinya, kita akan membutuhkan orang pada saat tertentu saja. Misalnya, saat sedang berjalan ke museum dan sulit menemukan letak toilet, otomatis hal yang dilakukan adalah bertanya pada orang yang terlihat memiliki informasi tersebut. Kurasa, tidak ada beberapa dari kalian yang tidak setuju dengan sudut pandangku dari kehidupan. Tidak sedikit dari temanku, juga berkata demikian. Salah satu hal yang mereka percayai adalah, ketika ada seseorang disamping, segala hal akan lebih mudah. Tapi, setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda.
Aku seakan menghapus, apa itu "Hidup normal" yang digambarkan oleh masyarakat. Sebagai individu sudah menjadi kewajiban tersendiri untuk menentukan sebuah pilihan atau bahkan mengetahui hal apa yang terbaik untuk diri serta hal apa yang membuat diri bahagia. Apalagi hidup sendiri membuat diri kalian bahagia, kenapa harus memaksakan diri untuk menjalin sebuah hubungan? Begitu pula sebaliknya, apabila hidup berdampingan membuat diri kalian bahagia, itu adalah pilihan masing-masing. Tidak ada yang memaksakan, karena yang menjalani kehidupan adalah diri sendiri. Aku saat ini bahagia dengan diriku sendiri, jauh lebih baik.
Komentar
Posting Komentar