MEMBACA AL-QURAN

MEMBACA AL-QURAN

Lusiana Agustina

    Bulan April kita masih merasakan sebagian ibadah puasa Ramadhan. Sebab, puasa dimulai pada bulan Maret. Aku selalu merasa senang setiap kali menyambut ibadah puasa. Merasa bersyukur karena bisa diberikan kesempatan untuk menunaikannya. Sejak dulu, setiap kali bulan Ramadhan orang tuakku selalu menganjurkan untuk memperbanyak ibadah salah satunya membaca atau mengaji Al-Quran. Alhasil, jadi mau cerita nih tentang pengalamanku membaca Al-Quran. 
    
    Jadi keinget awal pertama kali aku bisa membaca Al-Quran. Apabila tidak salah sewaktu aku duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Agak lama ya, padahal dari TK saja aku sekolahnya swasta. Diriku saja yang malas belajar sebenarnya, bukan masalah sekolahnya. Balik lagi, awal pertama kali disuruh mulai membaca Al-Quran oleh guruku, aku senang banget. Berasa naik pangkat. Alangkah senangnya, aku sampai bela-belain pulang sekolah langsung ke toko buku untuk beli Al-Quran dengan sahabat dekatku. Mataku langsung jatuh hati dengan Al-Quran berukuran sedang dengan sampul berwarna krem sedangkan, sahabatku memilih yang berwarna merah muda. Membeli Al-Quran dengan uang kumpulan sekolah memang hal yang membanggakan bagiku. Kayak keren aja. 

    Aku mulai menekuni membaca Al-Quran. Mamahku juga sempat memberikan pelajaran tambahan (les) untukku agar dapat membaca Al-Quran secara lancar. Jujur saja, hari-hari itu sangatlah asik bagiku. Apalagi, orang tuaku selalu bilang kalau membaca Al-Quran pahalanya bakalan berlimpah. 

    Tapi, dunia itu selalu mengejutkan ya? Toh, aku malah lebih asik dengan duniaku sendiri dan mulai melupakan arti membaca kitab suci tersebut. Jujur saja, aku yang awalnya semangat belajar menjadi malas. Rasa tertekan mulai bermunculan dan sedikit terpaksa. Faktor lelah belajar (padahal ga belajar, cuman mau main terus rasanya). Aku dulu malah sempat berpikir, kalau membaca Al-Quran malah bikin waktu mainku menjadi sedikit. 

    Orang tuaku yang tahu bahwa aku mulai malas-malasan, mencoba menasehati dan juga terkesan memaksaku untuk membaca. Sebagai anak yang nurut orang tua, aku mulai menekuni kembali walau sedikit malas. Kata mamah, "Sehari selembar aja dulu gapapa". Sampai pada akhirnya, rasa terpaksa menjadi kebiasaan. 

    Lucu, karena paksaan positif yang disalurkan orang tuaku menjadi hal yang sulit aku tinggalkan. Alhamdullilah, sampai sekarang aku selalu menyempatkan waktu untuk membaca atau mengaji Al-Quran. Lalu, aku tersadar. Bertahun-tahun berlalu, dan aku masih menggunakan Al-Quran yang aku beli sendiri untuk pertama kalinya. Mungkin, karena perasaan senang pada hari itu masih ada sampai sekarang berbekas pada hatiku, mungkin juga karena itu adalah Al-Quran yang sama dengan sahabatku. Saat ini, Al-Quran itu sudah mulai usang. Banyak bekas lipatan petanda, banyak juga coretan bekas belajar mengaji dahulu, dan tulisanku sewaktu duduk di bangku sekolah menengah pertama. 

    Terasa sedikit nostalgia. Sebab, aku tu orang yang sulit melepaskan barang-barang atau hal yang memiliki sejarahnya bagi diriku sendiri. Tau ga sih? banyak banget hal-hal positif yang bisa aku dapatkan selama mengaji Al-Quran khususnya dengan mengaji aku menjadi lebih dapat menetramkan hati dan banyak lagi. Jadi, mumpung bulan Ramadhan lebih baik kita melakukan hal-hal yang menambah ibadah dan pahal kita, salah satunya mengaji Al-Quran. Tapi, lebih baik lagi untuk kita tekuni setiap hari!

Komentar

  1. MasyaAllah, Subhanallah, Ta barokallah.

    Ada sebuah pelajaran di dalam hadist bahwa pada akhir jaman akan ada sebanyak 73 golongan dalam Islam tersebut berasal dari 10 kelompok, Ahlu Sunnah, Khawarij, Syi'ah, Murjia'ah, Mu'tazilah, Musyabbihah, Jahamiyyah, Dhirariyyah, Najjariyyah, dan Kilabiyyah.

    dari 73 golongan tersebut yang akan selamat di akhir jaman adalah Kelompk ahlu sunnah wal jamaah, yang selalu berada antara takut dan berharap. Takut dari Allah dan siksaan-Nya dan berharap pada ampunan dan kemurahan hatiNya dan golongan yang berpegang teguh kepada Alquran & hadist.

    Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala.

    Yuk mari gemar membaca dan memahami Al-Quran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah, terima kasih atas komentar positifnya dan ilmu positifnya...

      Hapus
  2. sama2.. semoga bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer