HIDUP SIMPLE TANPA EKSPETASI BERLEBIHAN

HIDUP SIMPLE TANPA EKSPETASI BERLEBIHAN

Lusiana Agustina

    Selama aku hidup 23 tahun sekarang, kata ekspetasi sudah melekat pada telingaku dan tentu orang-orang lainnya. Tidak jarang orang-orang memiliki ekspetasi terhadap apa yang sedang mereka lakukan. Misalnya, ekspetasi masuk perguruan tinggi favorit atau mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran unggulan. Seingetku walaupun kata ekspetasi sudah melekat dan menjadi kebiasaan orang-orang pada umumnya, aku tidak begitu merasakan sebuah ekspetasi terhadap diriku sendiri. Yah, bagaimana tidak? Dulu saja, aku selalu berpasrah diri sehingga kawan terdekatku mereka aku tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi khususnya dalam hal-hal penting. Bukan pasrah diri, hanya saja aku selalu melakukan hal tanpa adanya rasa ingin "lebih". Kalau rasa ingin berhasil dan memuaskan sih pasti tetap ada. Hanya saja rasa "lebih" atau mengharuskan berhasil yang tidak pernah aku rasakan. 

    Ekspetasi selalu disangkut pautkan dengan kehidupan. Apakah memiliki ekspetasi itu baik? Yah, jawabannya antara baik dan tidak. Disatu sisi, memiliki ekspetasi dapat menambah semangat diri namun juga dapat membawa perasaan berkecamuk dan tanggung jawab berlebih. 

    "Besyukurlah eskpetasimu terwujud akan tetapi, bagaimana jadinya jika eskpetasimu tidak terwujud?"

    Lebih baiknya eskpetasi ditiadakan. Daripada memiliki ekspetasi lebih baik memiliki harapan yang memandang realita secara umum saja. Terkadang, ekspetasi yang tinggi dan jauh dari realita akan menyerang diri kita sejadi-jadinya. Berawal dari ketidakpercayaan diri, menyalahkan kondisi eksternal, dan lain sebagainya. Sekadar menjadikan alasan kenapa ekspetasi itu tidak terwujud. Padahal, ekspetasi itu datang oleh diri sendiri.

    Sama halnya apabila memiliki eskpetasi terhadap seseorang, pekerjaan, kinerja. Kurasa itu hanya bagian dari ego diri. Maka dari itu, penting apabila membatasi diri dari eskpetasi berlebih. Selain, menghindari kekecewaan berlebih, hidup akan jadi lebih nyaman untuk tidak terjebak pada pemikiran diri sendiri. 




Komentar

  1. hidup simple itu yang di dampakan setiap orang.. namun menurutku kita tetap perlu memiliki ekspektasi.. bukannya ekspektasi itu merupakan bagian dari memotivasi diri agar dapat mendorong batas limit kita dalam mencapai goals yang kita tetapkan ga sih? bukannya hidup perlu tujuan / goals. so yuk berpositif ekspektasi... Semangaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer