BOSAN

BOSAN

Lusiana Agustina

    Rasanya aneh, karena kita sudah pada akhir bulan tahun 2022. Tinggal menghitung hari, tahun 2023 tiba untuk menemani satu tahun kita. Contohnya pas tanggal 1 Desember kemarin. Aku selalu ngecek kalender pada ponsel untuk memastikan kalau kita memang dipenghujung bulan. Suka enggak suka sebenarnya. Apalagi banyak sekali berita-berita mengenai tahun baru yang entah mengarah ke positif atau negatif. Aku malas memikirkannya. 

    Banyak suka dan duka tentunya pada tahun 2022. Aku seakan-akan disadarkan saja sama yang maha Kuasa bahwa, semua orang akan datang dan pergi. Jadi keinget, film Toy Story. Mungkin banyak yang tidak tahu, aku salah satu orang yang kurang begitu suka dengan film Toy Story. Toy Story 1 dan 2 masih okelah. Tapi, seiring berjalannya waktu aku memahami alur cerita film tersebut. 

    Film Toy Story menyadarkanku akan arti kehidupan. Arti bahwa semua yang datang akan pergi. semua yang indah tidak akan bertahan selamanya, semua orang akan dewasa, semuanya akan pergi dengan pilihan terbaiknya, tidak semua hal akan bersama selamanya, manusia akan memiliki dua pilihan yang harus dipilih. Sungguh aneh, karena justru kesadaran tersebut membuatku kurang menyukai film Toy Story. Hal ini tidak lain karena mengingatkanku akan realita kehidupan. 

    Realita kehidupan yang selalu ingin dihindari. Terkadang, aku sulit menerima bahwa sesuatu yang datang akan pergi pada akhirnya atau sebuah pilihan yang mengharuskan kita memilih. Tentu, Tuhan selalu memberikan hal terbaik bagi umatnya. Hanya saja, sedikit menyedihkan. Rasanya, menyebalkan.  Well, tidak semua yang kita inginkan akan terwujud itulah yang kupahami. Tidak terwujud-pun juga untuk kebaikan diri. Tuhan tidak akan pelit untuk hal itu, karena Ia serba tahu apa yang terbaik bagi kita. 

    Bulan ini, aku tidak terlalu banyak kegiatan. Menghabiskan waktu dengan belajar, membaca buku, menulis, dan tentu saja menonton anime favorit. Sekarang, aku lagi suka banget baca manga Blue Lock dan juga sudah ada versi animenya yang belum ada 10 episode. Banyak sekali yang harus aku tonton dan lanjutkan baca, jadi aku tidak pernah mengeluh betapa membosankan hari-hariku di rumah. 

    Hm, banyak yang bilang kalau kehidupanku memang cukup membosankan karena aku selalu menghabiskan waktu di rumah. Bahkan, aku pernah satu bulan lebih berada di rumah dan tidak pergi jalan-jalan ke luar. Bukannya malas, hanya saja seperti sudah terbiasa. Bagiku itu tidak membosankan karena aku juga selalu beraktifitas di rumah. Bukan hanya duduk diam atau tiduran seharian pada kasur tidurku. Huh, Mamahku mengajarkanku untuk tiduran pada malam hari saja. Jadi sudah terbiasa.

    Dulu aku sempat mengira bahwa aku termasuk generasi Hikikomori. Hikikomori sendiri  artinya menarik diri, mengurung diri adalah istilah Jepang untuk fenomena di kalangan remaja atau dewasa muda di Jepang yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial. Istilah hikikomori merujuk kepada fenomena sosial secara umum sekaligus sebutan untuk orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok sosial ini. Peristiwa ini merujuk pada orang-orang yang mengurung diri selama enam bulan lebih. 

    Aku pun tahu istilah ini dari salah satu temanku yang mengatakan kalau aku tidak keluar rumah lebih dari 6 bulan akan termasuk golongan Hikikomori. Jelas, aku bukan termasuk golongan ini karena aku tetap akan melakukan aktivitas sosial yang penting saja. It's so funny, kalau mengingat kejadian ini. Temanku menuduhku sebagai Hikikomori karena aku sudah jarang bermain dengannya (Lol).

    Jadi, apakah aku pernah bosan? Jawabannya "iya". Standar kehidupanku yang selalu koordinasi biasanya akan bosan selama "bahan" yang ada menjadi habis. Misalnya, aku membaca buku A dan selesai membaca buku tersebut aku akan mulai bosan. Hal ini dikarenakan bahan untuk menahan rasa bosanku sudah tidak ada lagi. Lalu? ya mencari kegiatan lainnya. Mamahku selalu bilang, walaupun kita berada di rumah banyak hal yang dapat kita lakukan. And, memang seperti itu kenyataanya. 

    Lucunya, aku saat ini membantu belajar keponakan yang duduk pada bangku sekolah kelas 4 dasar. Orang tuanya pergi bekerja jadi aku membantunya. Sebenarnya, aku tidak terlalu cocok untuk mengajar anak sekolah dasar. Terasa canggung (sebab aku kurang suka anak kecil) tapi ternyata, semuanya diluar ekspetasiku. Yah, dia saja sudah pintar bagiku hanya butuh penjelasan sedikit. 

    Saat aku bilang aku tidak suka anak kecil itu adalah kebenaran. Aku yakin, banyak orang di luar sana yang juga tidak suka anak kecil sepertiku. Contohnya saja, ketika berkunjung ke rumah teman mamahku dan ada anak kecil, aku merasa canggung untuk menyapa atau sekadar memberikan pujian seperti mamahku, "Ya ampun, cantik banget, kelas berapa?" Hal itu aku sangat tidak bisa. Kata mamahku, karena aku anak terakhir jadi kurang suka sama anak kecil. Aku pun setuju saja. Buktinya saat dulu semua keponakanku lahir, aku tidak merasa apa-apa (biasa saja). Tidak bisa memberikan pujian atau hiburan, yah itu semua terasa canggung. 

    Tidak ada yang spesial pada bulan ini. Bulan-bulan kemarin aku jarang menulis blog karena sedang sibuk-sibuknya memikirkan rancangan proposal tesis. Ku harap, semuanya menjadi lancar tanpa adanya halangan. Tanpa disadari, udah diujung bulan akhir tahun 2022 aja ya. Buat tahun depan akan ada banyak goals yang ingin aku tuntaskan. 

Tahu ga sih? kalau goals itu penting sekali dalam kehidupan. Jujur aja, selama aku menjalani kehidupan selalu ada goals sebagai panutan. Tanpa goals, hidup seperti tidak terkoordinasi secara baik. Setidaknya, apabila hidup sudah terkoordinasi, kita dapat menghemat waktu dan mampu menentukan mana yang harus dilakukan, mana yang lebih penting, dan mengkesampingkan hal-hal lainnya. 

    So, apa lagi selanjutnya?

Komentar

  1. Tulisannya bagus dan enak dibaca. alurnya dapet, dan membuat reader enjoy bacanya... ada hal menarik tentang goals, cb bahas goals mu di 2023? apa yang akan kamu lakukan? menikah? bekerja?

    banyak wanita diluar sana yang faham tentang islam, ketika dipilihkan dalam pilihan menikah or bekerja di kantor, lebih milih resign dan menikah. karena betul seperti yang kamu bilang banyak hal yang bisa dilakukan dirumah. kembali lagi goals kita apa. jika sebagai manusia kita punya tujuan untuk beribadah kepada Tuhan. maka hal hal yang sebagai panutan kita adalah Quran dan Sunat Rosul sebagai acuan or goal kita. bukan kah begitu?

    salam, reader

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasi dan ide buat tulisan blog selanjutnya, bakalan menarik kalau dibahas.

      Hapus
  2. betul. bakalan menarik... maka selanjutnya mari dibahas

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer