CITA-CITA

CITA-CITA
Lusiana Agustina

Seberapa pentingkah cita-cita? 

    Dulu sewaktu kecil sering banget ditanya, "Nanti kalau sudah gede mau jadi apa?", dengan lugu aku bakal bilang, "Mau jadi artis". Sewaktu duduk dibangku sekolah dasar, aku terobsesi buat jadi artis, terutama ngefans banget sama Sherina. Mulai dari ikut-ikut peragain akting dari film yang lagi ditonton, nari-nari, ikutan nyanyi walaupun suara pas-pas-an. Kalau diingat kembali, lucu juga punya cita-cita seperti itu. Lalu, beranjak dewasa mulai deh sadar kalau cita-cita nggak bisa dicapai hanya dengan omongan semata. Baru tersadar, kalau selama ini cita-cita yang dulu kita inginkan tidak gampang untuk dicapai. Ini loh yang penting, pas kecil dulu anak-anak kalau ditanya sama orang yang lebih dewasa, pasti ada aja jawabannya, "Aku kalau udah besar nanti, mau jadi polisi, dokter, guru", dan sebagainya. Anak kecil yang polos pun bisa tahu apa cita-cita-nya saat itu. Beda sama jaman sekarang, contohnya keponakanku yang duduk dikelas 4 SD, kalau ditanya soal cita-cita pasti jawabannya, "Ga tau!". Eh, kok malah cetus sih? Aku pun juga heran, biasanya kan pasti punya cita-cita tersendiri. 
    Bagiku cita-cita adalah awal semua perjalanan karir kita. Walaupun dulu punya cita-cita jadi artis misalnya, ternyata saat udah dewasa baru sadar kalau cita-cita kita menjadi seseorang yang dapat memberikan ilmu dan motivasi kepada banyak orang yakni guru. Saat seseorang telah memutuskan cita-cita, pasti akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Banyak faktor positif apabila seseorang memiliki cita-cita, kamu bakal tambah semangat dalam hidup, termotivasi, dan sebagainya. Pada akhirnya pemikiran positif tentang cita-cita dulu, pernah membuatku tidak ingin bermimpi lagi. Ada saatnya, seseorang menjadi frustasi dan depresi apabila cita-cita yang selalu diimpikan tidak terwujud. Misalnya, ada faktor-faktor internal yang ada dalam diri seseorang yang tidak ada seorang pun tahu. 
    Aku sering banget dengerin omongan orang, "Tidak ada yang tidak bisa diraih, selama ia berusaha", kalimat ini nyata apa adanya. Selama seseorang berusaha, apa yang tidak dapat digapai? Toh, banyak sekali cerita inspiratif mengenai perjalanan karir seseorang. Bukannya mencoba positif, tapi memang itu kenyataannya. Masih ga pantas, kamu menyalahkan faktor eksternal akan tidak tercapainya impianmu. Aku yakin banyak sekali orang yang merasa tidak dapat mencapai cita-cita-nya karena faktor A, B, sampai Z. Memang sulit, aku percaya itu. Akan tetapi, coba untuk refleksi diri dan merenungkan masalah itu. Sudahkan usaha-mu cukup untuk menggapai semua itu? Apakah kamu hanya bermimpi tanpa berusaha lebih keras dari orang lain? Renungkanlah, karena setiap permasalahan akan ada jalan keluarnya. 

Komentar

Postingan Populer