MENERIMA KEHIDUPAN (MENERIMA KEMATIAN)

MENERIMA KEHIDUPAN ARTINYA MENERIMA KEMATIAN
Lusiana Agustina

    Selama liburan semester kuliah yang super duper lama, aku memutuskan buat nonton beberapa film ghilbi yang belum sempat aku tonton. Emang nggak heran, kalau film ghilbi selalu memiliki keunikkan dengan alur cerita-nya, dan juga pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Salah satu film ghilbi yang aku tonton berjudul, Tales from Earthsea tahun 2006, yang posternya ada gambar naga. Tales from Earthsea adalah film Jepang produksi tahun 2006 bergenre animasi fantasi yang disutradarai oleh Gorō Miyazaki dan diproduseri oleh Studio Ghibli. Film ini diangkat dari kombinasi alur cerita dan karakter yang tertulis dalam empat buku karya Ursula K. Awalnya film ini hanya seperti film fantasi dan petualangan seorang pangeran. Hanya saja dari plot awal cerita, udah bikin rasa penasaran muncul. 
    Film ini ada beberapa pesan yang ingin disampaikan mengenai arti sebuah kehidupan dan keseimbangan dunia. Kehidupan akan terus berjalan dan tentu suatu hari akan terhenti oleh waktu. Dalam alur cerita, ada tokoh (penyihir) yang memiliki keinginan untuk hidup abadi. Rasa takut akan kematian dan menjadikannya berpikir untuk mendapatkan kehidupan abadi. Ketakutan akan kematian artinya ketakutan pula dalam menjalani kehidupan. Makanya, tokoh tersebut menggunakan segala cara guna mendapatkan keabadian. Melihat tokoh ini seperti melihat cerminan isi hatiku sendiri. 
    Setiap orang tentu memiliki ketakutan. Ketakutan yang menurut orang lain "biasa" tapi, tidak pada orang yang merasakan. Aku memiliki ketakutan untuk tua atau hidup dalam waktu yang panjang. Pemikiran ini sering aku ucapkan, tanpa sadar aku selalu berharap memiliki waktu kehidupan singkat saja. Berawal, benci melihat perubahan pada fisik yang semakin menua dan dewasa. Alasan utama yang tertutupi, karena takut akan kehidupan di dunia. 
    Saat aku menonton film ini, seperti tamparan tersendiri. Film ini seakan-akan menyampaikan padaku bahwa kehidupan mau tidak mau harus dijalani. Tidak ada kehidupan yang berjalan lurus, setiap kehidupan layaknya lautan yang tidak pernah berhenti bergelombang akan tertiup angin. Ketakutanku membutakan mata dan telinga, menolak lupa bahwa kehidupan sangatlah berharga. Kata-kata mutiara yang disampaikan oleh tokoh protagonis dalam film ini sangat berkesan bagiku. 
Life is precious because we know we're going to die. 
    Mendengar perkataan itu, seperti alunan lagu yang sudah lama ingin disampaikan padaku. Melalui sebuah film jadul, membuatku sadar akan arti penting dari kehidupan. Begitu pula bagi orang lain di luar sana, yang merasakan berbagai masalah dalam kehidupan. Tuhan selalu memberi kita masalah dalam bentuk cobaan bagi hamba-Nya, untuk mengetes kita yang hidup di dunia. Apakah kita akan menyerah? Atau berjuang dan kembali ke sisi-Nya? Ini bukan pilihan, tapi tekad kita yang menentukan. Tuhan tidak pernah memberi cobaan bagi hamba-Nya di luar kemampuannya. 
    Menulis blog kali ini, seperti menemukan arti kehidupan yang selama ini dikuburkan oleh ketakutanku sendiri. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti, tapi yang aku tahu, aku akan berjuang menjalani kehidupan sebaik mungkin. Karena hidup hanya sekali, maka jalanilah sebaik yang kita bisa!

Komentar

Postingan Populer