S2 VS KERJA

 S2 VS KERJA

Lusiana Agustina

    Awal bulan Februari ini aku akan memasuki tahap baru untuk kelanjutan pendidikan pascasarjana. Walaupun aku sudah menulis blog dan menyertakan alasanku untuk berhenti kerja, masih banyak yang bertanya-tanya. Sebenarnya antara S2 atau kerja itu tergantung dengan kepentingan masing-masing. Jujur aja, pas jaman masih S1 aku selalu punya ketakutan untuk dunia kerja dan punya pemikiran kalau sarjana aja nggak cukup. Maka dari itu, aku memang ingin melanjutkan pendidikan.

    Kenapa abis lulus aku nggak langsung S2 aja? Karena, pada waktu itu aku sudah telat untuk pendaftaran (sudah lulus tapi belum punya ijazah) mau tidak mau harus menunggu tahun depan. Otomatis, salah satu goals hidupku terhambat. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pengalaman kerja. Mendapatkan pekerjaan mungkin salah satu goalsku juga. Selain mendapatkan gaji sendiri dan tidak bergantungan pada orang tua, siapa yang tidak mau? Tapi aku kembali melihat list pada salah satu buku catatanku "list sebelum mati" itu judulnya. Memang sedikit klise, tapi memotivasi sekali. Dua diantaranya adalah lanjut pendidikan dan kerja.

    Selama bekerja aku selalu senang menunggu tanggal gajian dan rencana S2 serasa malas untuk digapai. Tapi, kalau tidak kulakukan apa gunanya punya list klise tersebut? Terkadang Tuhan selalu memberikan kita pilihan dan dari pilihan itu tidak ada yang tidak baik, adanya "lebih baik". Mungkin ini memang jalannya, itulah yang selalu aku katakan atas kejadian yang kualami. 

    Kalau ditanya penting mana? Ya dua-duanya. Lanjut pendidikan untuk membekali hidup apa ruginya? selagi kita memiliki privilege untuk melanjutkan pendidikan. Pikir pusing belakangan, karena apapun yang kita pilih punya tantangannya masing-masing. Berawal dari motivasi yang sederhana sedikit-demi sedikit akan berkembang. Aku selalu kagum dengan orang diluar sana yang memiliki pengetahuan lebih. Itu salah satu hal yang bisa membuat aku termotivasi untuk belajar. Sekalian balas dendam untuk waktu belajarku yang sedikit pada masa SMP-SMA (itumah, tidak pernah belajar tepatnya). Sekarang aku tahu betapa pentingnya pendidikan. Ilmu itu seperti buku, jendela dunia. Ingat, rejeki itu bermacam-macam bentuknya dan pendidikan selalu membekali kita untuk menghadapi dunia. 

    Kerja sendiri juga sama. Tidak ada pekerjaan yang gampang. Pekerjaan yang terasa sulit bisa jadi itu bukan pashion-Mu, bisa jadi kamu tidak menaruh hatimu disitu, bisa jadi niat kerjamu yang tidak baik menghalangi itu. Pekerjaan akan terasa mudah apabila itu pashion kita yang sebenarnya, walaupun ada sulitnya tetap terasa ringan karena itu adalah pashion

    Dilema datang saat Tuhan memberikan dua pilihan yang mungkin satunya lebih baik untuk dilaksanakan terlebih dahulu. Agak sulit untuk menentukan pilihan saat itu, seperti yang sudah aku ceritakan pada blog sebelumnya. Tapi disinilah aku sekarang. Semangat menjalani bulan Februari teman.

Komentar

Postingan Populer