AKU BERHENTI KERJA

 AKU BERHENTI KERJA

Lusiana Agustina

Setiap tahun yang terlewat seakan meninggalkan hikmah dari langkah yang sudah aku jalani. Tahun ini sangat berarti buat aku. Januari ini, aku selalu bilang pada diri sendiri untuk "Take it Slow" karena rasa khawatirku muncul seminggu kemarin. Awal Januari tepatnya per tanggal 3 aku sudah dinyatakan keluar dari pekerjaan pertamaku secara prosedural. Ini bukan pilihan yang gampang aku ambil. Aku bakalan cerita kenapa aku memilih untuk berhenti kerja. 

Sebelumnya, seperti yang kalian tahu saat selesai kuliah aku memutuskan untuk training dan bekerja sebagai Call Center 147. Kalau aku hitung-hitung mungkin sekitar 5-6 bulan aku menghabiskan sebagian waktuku disana. Lalu, apa sih yang buat aku memilih untuk berhenti kerja? 

Bulan Desember tahun 2021, salah satu teman kuliahku mengabarkan kalau Universitas Negeri Semarang buka pascasarjana jalur seleksi mandiri. S2 sendiri memang salah satu keinginanku dan orang tua, jadi ga heran kalo aku memang mencari-cari informasi untuk S2. Kebetulan aku dan temanku ini juga ada niatan untuk melanjutkan pendidikan. Mengingat kembali tahun kemarin aku tidak sempat daftar karena Ijazah belum keluar, jadi kenapa tidak?

Tidak lama setelah berunding dengan orang tua, akhirnya aku memutuskan untuk daftar pascasarjana di UNNES. Kenapa di UNNES? kebetulan aku  lulusan dari Universitas itu dan juga (ga boleh jauh-jauh sama orang tua). Pendaftaran selesai dan aku mulai bertanya-tanya, "terus kerjaku gimana ya?". Aku langsung konfirmasi dan meminta nego dengan atasan terkait rencanaku ini. Tapi setelah banyak pertimbangan dan negosiasi tidak ada jalan keluar terkecuali untuk memilih salah satu. Rasa bimbang ini terus muncul setiap hari. Pertama, aku perlu waktu fokus belajar buat ujian. Kedua, mau meniti karir atau pendidikan?. Pokoknya banyak sekali yang harus aku pertimbangkan. 

Aku memutuskan untuk berunding dengan orang tua. Papahku memang maunya aku fokus pendidikan dulu, katanya "mumpung otaknya masih seger". Kalo mamah sendiri menyerahkan semua ke aku. Jujur kalo keadaan belum fix banget aku ga akan cerita ke teman-teman. Justru disaat gini, aku minta saran dengan temen kantor yang memberikan celah dari sudut pandang mereka. Tekadku sudah bulat ketika tanggal 4 Desember 2021. Aku mengajukan pemberhentian kerja secara prosedural. Rasa sayang akan pekerjaan yang telah memberikan pengalaman besar dan juga my first job itu ga gampang banget ditinggalin. Kapan lagi ketemu lingkungan kerja dan temen yang seperti ini. Terkadang, kita harus merelakan sesuatu untuk menggapai ke atas. 

Proses prosedural artinya bekerja untuk 30 hari kedepan, makanya aku fix keluar tanggal 3 Januari 2022. Aku mengikuti tes pascasarjana per tanggal 5 Januari 2022 dan waktu persiapanku hanya 1 hari saja! Entah, jadi bingung mau belajar apa. Yah, seadanya saja. Belajar jadi ga karuan, karena sudah mikir kalo bakalan ga lulus. Tes dimulai secara online dengan waktu yang sudah ditentukan. Soal yang tertera mengingatkanku pada sensani tes SBMPTN. Jadi, berdoa saja.

Tes berakhir dan bukannya merasa lega tapi rasa khawatir. Selama ujian aku ngerasa gagal karena tesnya cukup sulit. Aku harus menunggu lagi sampai tanggal 13 Januari 2022 sesuai jadwal pengumuman. Hari-hari itu aku ga pernah tenang, rasa khawatir tidak lolos, kalo ga lolos mau gimana, sampai mulai liat-liat jobs lagi. Orang tua memang pendukung besar. Setiap hari mamah selalu bilang, "lolos Cit, pasti lolos lah" dan papah juga yang memotivasi tapi kayak orang lagi ceramah (panjangnya minta ampun). 

Rasa optimis yang muncul membuatku bersemangat kembali dan pada tanggal 13 Januari kemarin aku selalu memantau website untuk melihat hasil pengumuman. Orang tuaku sengaja memilih refreshing sendiri karena mereka juga memiliki perasaan sama kayak aku pada hari itu. Pukul 08.00 belum ada pemberitahuan. Mamah dan Papah juga menanyakan melalui whatsapp, "hasilnya udah keluar?" aku cuman jawab, "belum, mungkin nanti atau besok kali ya." Ku baca kembali jadwal hasil pengumuman, seharusnya sih memang tanggal 13 tapi tidak ada keterangan jamnya. Daripada aku tambah ragu menunggu hasil pengumuman aku lebih memilih menyibukkan diri dan juga menonton film Sing 2. 

Menjelang sholat Dzuhur aku sengaja mengecek lagi pada website untuk melihat hasil pengumuman. Jantungku berdebar setelah melihat tanda pengumuman yang sebelum berwarna abu-abu berubah menjadi warna hijau. Aku klik perlahan tombol itu, dan tulisan "Selamat!" muncul pada kolom pertama. Betapa terkejutnya setelah membaca pemberitahuannya. 

"Selamat! Anda diterima menjadi calon mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Semarang."

Aku pun berlari ke bawah menghampiri orang tua yang barusan pulang setelah pergi tadi. Mereka mengucapkan selamat dan Mamahku berkata, "Tuh kan, apa mamah bilang pasti lolos." Kami pun tidak bisa menyembunyikan kebahagian itu. Demi Allah yang maha kuasa, aku merasa bersyukur telah diberikan kesempatan dan kelancaran yang tiada henti. Selama proses dalam hidup aku selalu perccaya pada kehendak Allah. Selalu mengingatkan diri sendiri bahwa apa yang ingin kita hendaki, gapai, kerjakan apabila itu yang terbaik pasti Allah berikan. 

Komentar

Postingan Populer