AKHIRNYA LUSI LULUS KULIAH

 AKHIRNYA LUSI LULUS KULIAH

Lusiana Agustina

    Tiba-tiba aja hari ini aku merindukan masa kuliahku. Oh ya, sebagian dari kalian pasti sudah tahu kalau aku barusan aja wisuda. Tepatnya 1 September 2021 kemarin. Walaupun wisuda online dikarenakan pandemi, aku tetap senang karena sudah resmi wisuda. Sensasinya memang sangat berbeda jika dibandingkan saat lulus sidang skripsi. Aku juga mau mengucapkan terima kasih banyak untuk orang-orang yang sudah mengucapkan dan ikut mendoakan kelulusanku ini. 

    Lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan juga kurang dari 4 tahun masa kuliah memang membuatku senang. Sedari awal pun itu adalah salah satu keinginanku. Aku juga bersyukur setiap semesternya selalu diatas nilai rata-rata. Btw, siapa yang bisa mengira seorang Lusi yang anaknya super duper pesimis bisa melewati rintangan seperti itu. Mungkin aku bukanlah salah satu orang yang mewakili fakultas atau memiliki nilai paling tinggi satu jurusan. Tapi, aku juga ikut senang bagi mereka yang berada diatasku, membuatku termotivasi untuk kedepannya. 

    Aku benar-benar rindu jaman kuliah. Berawal dari ospek kuliah yang sering kena hukuman karena ga pake atribut lengkap atau menyalahi aturan pakaian. Disuruh joget kaki doang lah, dikata-katain lah, atau disuruh pake plastik hitam sebagai hukuman karena memakai sepatu yang salah. Jujur, itu semua juga karena aku yang melanggar peraturan sendiri. Well, u know. Tapi seru kok, pake plastik hitam dikedua sisi kaki dan diliatin orang (malu banget plis). Orang pasti tau, siapa yang kena hukuman. Belum lagi saat upacara 17 Agustus-an bukannya pake baju putih polos malah pake baju putih dengan lorek hitam. Alhasil diliatin terus. Itu ga sengaja kok, karena aku pun ga sadar kalo hari itu tanggal 17-an. Pengalaman ospek memang seru abis, ketemu temen baru dari berbagai daerah dan fakultas. Setelah itu, dunia perkuliahan pun dimulai.

    Dulu sewaktu kuliah aku bukanlah anak yang paling aktif, pintar, dan mempunyai banyak teman. Aku adalah mahasiswa yang BIASA AJA!. Berangkat kuliah, kadang mepet-mepet perkara susah banget make jilbab atau sempet-sempetnya jajan dulu karena "ngidam". Jarang banget duduk di depan serasa kursi haram, pasti duduk di tengah-tengah atau daerah yang paling dingin kena angin sepoi-sepoi. Rajin mencatat dan lebih memperhatikan pembelajaran (yah kadang main hp sebentar sih). Selalu bawa bekal makan dari rumah, entah nanti makan di kantin bareng temen atau makan di mobil alias parkiran. Aku itu suka banget makan di mobil sensasinya itu lo, beda aja. Intinya aku bukan siapa-siapa kalau di jurusanku. Bukan mahasiswa aktif yang bakal mengajukkan diri untuk ikutan ini atau itu dibutuhin aja kagak ya kan? ngapain repot-repot. 

    Spot kampus yang paling suka adalah perpustakaan atau "Rumah Ilmu" namanya kalau di UNNES. Bangunan baru dan hanya beberapa kali saja kesana. Aku sering mengerjakan tugas disitu, berasa sok pintar aja. Paling ujung-ujungnya cuman dengerin musik dan memilih tempat duduk dekat jendela. Well, setidaknya ga langsung pulang ke rumah. Urusan pulang ke rumah, aku salah satu mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang -kuliah pulang). Karena aku jarang banget main dan kalau pun main pasti disalah satu jeda istirahat panjang saat kuliah. 

    Dosen-dosen jurusanku memang yang terbaik. Semua dosen yang pernah mengajarku semuanya memang the best motivator ever. Entah kenapa aku selalu merasa termotivasi dalam melakukan sesuatu hal yang baru seperti mulai menulis, mengunggah tulisan ke media, dan lain sebagainya. Disatu sisi mereka tidak membeda-bedakan dan tentu saja friendly banget. Apa karena selama sekolah aku ga pernah merasakan hal itu jadikan seneng aja. Big thanks tentu saja aku selalu ucapkan kepada dosen-dosen jurusan yang sudah membekali ilmu. 

    Sejak memasuki kuliah aku masuk ke rombel 02. Rombel 02 itu adalah orang-orang yang berhasil lolos dari ujian SBMPTN. Jadi kalo rombel 01 adalah SNMPTN dan rombel 03 UM. Dari awal memang sudah dikategorikan seperti itu. Otomatis aku tau jika mereka salah satu dari alpha people dari sudut pandanganku. Karena memang bawaan-ku ga terlalu pintar seperti mereka aku selalu berusaha untuk tidak ketinggalan. Mungkin itulah awal mulanya kenapa aku lebih rajin belajar saat kuliah daripada waktu sekolah. Karena, siapa sih yang akan menyia-nyiakan masa-masa kuliah. Aku sih mikirnya memang mau berubah dan terus maju. Kalian mungkin sudah pernah baca blogku tentang "Seorang Lusi Lolos SBMPTN" disini aku udah menyampaikan bagaimana perjuanganku dan olah pikirku berubah saat mengikuti ujian tersebut. Selama tugas terselesaikan, kuliah ga absen, memperhatikan, semua bisa selancar jalan tol. Tapi apa daya terkadang ada aja kita malah singgah dulu lah ke SB atau indomaret setempat padahal belum haus tapi pengen aja. Kuliah sih harus dibuat santai dan juga serius karena biaya untuk kuliah juga ga sedikit. Dulu aku mikirnya gitu. 

    Aku memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia karena nilaiku yang paling bagus adalah pelajaran bahasa Indonesia. Lagipula UNNES memang lebih terkenal karena jurusan pendidikannya yakni menjadi "Guru". Saat ingin mencari kuliah dulu, bayanganku adalah jurusan ilmu komunikasi karena aku memang suka banget sama jurusan itu. Tapi ternyata, skill bahasa Indonesiaku lah yang membuatku kuliah di UNNES. 

    Selama perjalanan kuliah i always doubt myself  kayak "emang aku cocok ya jadi guru?" "gila kalau aku jadi guru muridku bakal kayak gimana?" itu adalah pemikiran aku di luar akademik, lebih ke pandangan diri sebagai pendidik. Hal  yang aku suka di UNNES adalah dosenku memang selalu bilang kalau peluang besarnya memang menjadi guru tapi kita juga diasah dalam bidang lain. Seperti menulis, editor atau penyunting, public speaking dan lain sebagainya. Dan selain akademik jurusan, kita dengan beroganisasi dan mengikuti kegiatan luar juga dapat membukakan peluang lainnya. Jadi tidak harus serta-merta became a teacher? that's what i thought until now. Itulah kenapa saat minat aku memilih fokus ke penyuntingan karena aku memang suka membaca dan menulis. 

    Okay, akhirnya saat kegiatan PPG dulu aku merasa jika mengajari anak-anak sekolah itu memang sulit. Dulu, aku PPG online di Gandhi Memorial Intercontinental School Semarang (GMIS). Jadi sekolah internasional. Aku memilih sekolah internasional karena jujur aja aku penasaran dan jiwaku menjadi guru Indonesia saat itu besar banget kayak mikir, "membuat sadar siswa betapa pentingnya bahasa Indonesia" "Ngajar bahasa Indonesia buat orang asing" keren banget ga tuh? Eh, tapi sulitnnya minta ampun dan disitu belum apa-apa karena kegiatannya online coba aja kalo offline? mungkin lebih sulit  karena seorang guru harus bisa multitasking. I believe semua pekerjaan juga mengharuskan itu. 

    Setelah berakhirnya masa PPG aku mulai sadar kalau mungkin jalanku menjadi guru tidak sebesar temanku lainnya yang memang latar belakang keluarga mereka mayoritas di dunia pendidik. Alhasil aku juga harus mengembangkan skill lainnya. Yah, perjalanan kuliah seperti mencari jati diri kita sebenarnya. Mau apa kita nantinya, harus apa, bagaimana caranya, semua itu harus bisa kita pikirkan saat kuliah berlangsung. 

    Aku bangga sebagai lulusan UNNES. Walaupun a lot of my friends say badly about my college, well i don't fucking care. Setiap kampus memiliki karakteristiknya tertentu dengan jurusan tertentu. Rindu akan dunia perkuliahan serasa nyata. Selama di UNNES aku selalu menghabiskan waktu dengan begitu senang. Aku ingin berterima kasih kepada Universitas Negeri Semarang karena bagiku mereka adalah kenangan yang tidak akan terlupakan. Sukses selalu Universitas Negeri Semarang.



Komentar

Postingan Populer