ORGANISASI PENTING GA SIH?

ORGANISASI PENTING GA SIH?

Lusiana Agustina


Rasanya sudah lama saya tidak menulis blog. Terakhir pada awal bulan lalu mengenai kehidupan minimalis. Sibuknya dunia perkuliahan yang sudah mencapai tahap akhir pun tidak terlupakan. Btw, kemarin tanggal 18 Mei saya telah melaksanakan sidang skripsi dan dinyatakan lulus. Lulus dengan sedikit revisi, mengurus syarat wisuda, dan berbagai macam lainnya. Belum lagi setelah lulus dan wisuda saya akan melamar pekerjaan. Yah, setidaknya rencana-rencana itu sudah ada di dalam daftar saya. Sambil melaksanakan kegiatan itu, tidak ada salahnya jika saya duduk sejenak dan menulis blog ini. Tema hari ini adalah "apakah organisasi itu penting?".

Beberapa hari lalu, saya menonton konten youtube Jerome dan Gitasav. Mereka membahas masalah mengenai pendidikan. Salah satu hal menarik dari percakapan mereka adalah "Apakah organisasi itu penting?" 

Kembali lagi pada diri saya. Bisa dikatakan saya cukup aktif mengikuti kegiatan organisasi. Sejak SD-SMA saya selalu mengikuti ekstrakulikuler yang saya gemari seperti, bermain alat musik biola dan paskibra. Saat saya masuk kuliah saya mencoba mengikuti organisasi radio kampus akan tetapi, ketidakcocokan waktu kegiatan membuat saya mundur dari organisasi tersebut. 

Manajemen waktu organisasi yang saya sukai selalu tidak mendukung. Hal itu jujur saja membuat saya sedih. Terkadang saya kerap suka apabila teman-teman saya menceritakan kegiatan organisasi mereka. Mulai dari acara, keluhan, dan juga apa yang ia dapat dari organisasi tersebut. Jujur saja, sayang rasanya saya tidak dapat menikmati masa kuliah saya tanpa berorganisasi. 

Oleh karena itu, saya mulai mencari dan mengikuti organisasi di luar kampus. Berbagai organisasi lepas (ada periode waktu) saya ikuti. Saya gemar mengikuti kegiatan relawan lepas. Selain mendapatkan berbagai pengalaman, waktu kegiatan sangat mendukung sedekimian rupa. 

Saya mengikuti organisasi di luar kampus, jadi tidak heran apabila teman-teman kuliah saya tidak tahu akan hal itu. Hal ini mengingatkan saya pada suatu kejadian. Saya kerap menyelesaikan dateline tugas jauh-jauh hari karena saya bukan tipe orang yang selalu menunda pekerjaan atau tugas. Istilahnya, saya dapat mengerjakan hal itu sekarang juga! Apabila saya memiliki waktu luang. Tugas kuliah merupakan prioritas utama saya sebagai mahasiswi. Jadi saya sedikit kesal apabila ada teman saya yang berkata, "Lusi mah cepet selesai tugasnya. Kan, dia ga ikut organisasi." 

Saya merasa kesal bukan karena kata "ga ikut organisasi," mungkin dia tidak tahu kegiatan saya. Akan tetapi, saya kesal akan makna kalimat tersebut. Kalimat tersebut seakan ingin berkata jika seseorang yang mengikuti organisasi adalah orang yang tidak dapat menyelesaikan tugas dengan cepat (atau orang yang sibuk). Saya sempat berkecimuk sendiri dan akhirnya memutuskan untuk menceritakan hal itu kepada Kakak saya. Kakak saya pun menjelaskan bahwa kalimat tersebut menjadikan kegiatan organisasi sebagai alasan untuk tidak menyelesaikan tugas dengan cepat. Atau mungkin prioritas orang tersebut organisasi bukan kuliah. Toh, prioritas orang berbeda. 

Jadi, organisasi itu penting ga sih? Kalau ditanya penting sih penting tapi tergantung kepentingan orang tersendiri. Biasanya orang yang gemar mengikuti organisasi itu ada sesuatu yang ia cari dalam kehidupannya. Apa yang ingin ia dapatkan dan butuhkan. Kalau saya sendiri memutuskan mengikuti organisasi relawan karena ada hal-hal yang perlu saya perbaiki dalam diri saya. Saya ingin mencari ketenangan dalam diri dan juga pengalaman tersendiri. Ada pula orang yang mengikuti organisasi untuk mengisi CV, atau agar mengisi kekosongan waktu. Apapun alasan kalian, pengalaman dan apa yang akan kita dapatkan itu akan bermanfaat untuk hari nantinya. 

Terutama yang berada pada posisi saya kali ini. Tidak jarang jika sebuah instansi tertentu lebih memilih minat lebih kepada orang yang memiliki pengalaman organisasi. Toh, intinya lebih dinilai aktif daripada yang tidak mengikuti organisasi. Aku pun juga memiliki pandangan seperti itu, "Ah, dia ikut organisasi itu? pasti aktif banget tuh orang" sedangkan untuk orang yang tidak mengikuti organisasi dicap "tidak aktif." Layaknya hukum alam, karena pandangan orang secara umum hanya melihat dari luarnya saja. 

Begitu pula sebaliknya, jika ada orang yang tidak mengikuti organisasi seperti Jerome sendiri (pada percakapannya dengan Gitasav), itu karena dia tidak menemukan hal tertentu yang ia inginkan apabila mengikuti organisasi. Ada pula yang memiliki kepentingan sendiri sehingga tidak memiliki waktu untuk ikut organisasi. Intinya kebutuhan orang itu beda-beda. Pentingnya organisasi hanya diri kita yang bisa menilai. Justru organisasi bukanlah hal yang menentukan seseorang itu aktif atau tidak. Banyak sekali berbagai kegiatan lainnya yang juga memiliki outpun seperti organisasi. 



Komentar

Postingan Populer