HIDUP MINIMALIS ALA LUSI
HIDUP
MINIMALIS ALA LUSI
Lusiana Agustina
Sudah
setahun aku mencoba pola hidup minimalis (lanjut 2021). Sebenarnya ga lama juga
aku tau definisi dari pola hidup tersebut. jadi kenapa aku memutuskan untuk menerapkan
pola hidup minimalis?
Awalnya
aku tahu pola hidup minimalis dari konten youtube Asian Boss dimana ada seorang
pria Jepang bernama Fumio Sasaki yang menjadi kandidat pria minimalis di negara
sakura tersebut. Aku terpaku dan terpesona dengan apa yang ia bicarakan
mengenai pola kehidupan sederhana tersebut. Apa yang ada dirumahnya hanyalah barang
yang diperlukan. Tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan. Terlihat rapi dan
bersih.
Setelah
melihat bagaimana seseorang menikmati pola hidup minimalis. Aku menjadi
tertarik. Berbagai blog, youtube, dan buku aku telusuri untuk mengetahui apa
sih minimalis itu. Minimalis memiliki definisi masing-masing, dan itu banyak
banget. Tapi, minimalis yang aku tangkap dan jalankan adalah sesuai dengan apa
yang aku inginkan. Minimalis bagi aku adalah membuat segalanya simple,
dengan skala seadanya sesuai dengan kebutuhan.
Nah,
apa aja sih hidup minimalis ala Lusi? aku akan jelaskan apa aja yang udah aku
lakukan, dan alasannya.
1. MEMILAH
BARANG
Hal pertama yang aku lakukan dalam
menerapkan hidup minimalis adalah memilah barang. Sejauh dari apa yang aku
lakukan ada dua kategori barang; barang tidak berguna dan juga barang yang
tidak dibutuhkan.
Bagiku, barang yang tidak berguna adalah
barang yang enggak layak pakai dan emang udah rusak itu saja. Setelah aku
mencoba untuk clean my room, emang banyak banget barang-barang seperti
itu. membuatku heran, kenapa selama ini aku masing menyimpan barang seperti
itu.
Alasan kenapa aku buang, karena barang
tersebut sudah tidak memiliki nilai dan manfaat yang seharusnya. Jadi kenapa
tidak? Terkadang aku selalu terhenti dengan sebuah arti. Misal ada sebuah
barang yang memiliki arti tertentu bagi aku. Akan tetapi barang itu sudah rusak,
dan tidak dapat digunakan. Nah, rasa ingin membuangnya pasti susah banget. Tapi
kalau aku pikir-pikir, buat apa lagi kita menyimpan barang yang sudah tidak
memiliki nilai bermanfaat?
Well, if u still want to keep
untuk memori tersendiri bagi kalian, aku saranin kalian memiliki space
atau box tertutup khusus barang-barang yang memiliki arti tersendiri. Biarkan
barang itu ada di kamar kalian. Saat kalian menerapkan pola hidup minimalis
berkelanjutan. Coba lihat lagi ke dalam box tersebut. pasti rasa rela untuk
melepaskan barang dapat dilakukan.
Tapi prinsip minimalis yang aku pegang,
adalah menghilangkan emosi tersebut dan lebih melihat apa manfaatnya bagi kita
kedepannya. Minimalis menumbuhkan rasa rela akan suatu hal. Mengajarkan kita
untuk terus bersyukur dan berkecukupan. Rela untuk melepaskan hal yang memang
seharusnya dilepaskan. Begitupula dengan kehidupan yang mengajarkan untuk
ikhlas. Karena kita selalu diajarkan untuk terus maju dengan merelakan berbagai
hal.
2. PENGURANGAN
PEMBELIAN
Pengurangan pembelian bersifat fleksibel.
Bisa itu dari elektronik, pakaian, buku, make up, skin care, dan
sebagainya. Kegiatan ini adalah boomerang tersendiri bagi aku. Aku bukan tipe
orang yang boros sebenarnya, hanya saja aku selalu menghabiskan uang untuk
membeli barang yang sebenarnya sudah aku miliki. Misal, aku sudah punya lipsticks
dengan warna A tapi di hari kemudian aku membeli lipsticks dengan warna A
tapi beda merek karena edisi terbaru. Hal-hal seperti itu, emang susah bagi aku
sebagai perempuan.
Setelah bertengkar dengan diri sendiri,
aku mulai membatasi pembelian barang yang sama. Mulai dari membagi uang
(tabungan dan pengeluaran). Menjauhkan hasrat dari store-store online
atau offline. Menggunakan semua barang yang aku punya sampai tuntas.
Kegiatan ini membuatku dapat lebih
bertanggung jawab akan berbagai hal yang aku miliki. Mulai merawat barang yang
aku punya, menggunakan secara tuntas, dan tentu saja kita dapat lebih hemat
uang dari biasanya. Uang yang dikumpulkan dapat menjadi lebih berkah untuk
suatu hal yang berguna. Pengurangan pembelian bukan berarti kita harus mencegah
diri untuk membeli sesuatu. Lebih tepatnya mengajarkan kita untuk berpikir dua
kali saat membeli barang sesuai dengan kebutuhan kita, bukan untuk menambah
koleksi semata.
3. DONASI
Sudah memilah barang maka waktunya berdonasi.
Belum lama ini, aku meneliti ulang apa saja barang-barang yang sudah jarang aku
pakai dan masih layak. Hasilnya juga tidak terlalu banyak. Disini aku
mengatakan barang yang masih layak ya. Aku terkadang menjual pakaian dan
barangku ke online seperti @Carousell (Lusiana Agustina) untuk menjual
pakaian-pakaian yang menurutku layak untuk dijual dengan harga yang sewajarnya.
Selain itu, aku turut berpartisipasi untuk
mendonasikan pakaianku ke platform khusus donasi pakaian. Kalian bisa temukan
banyak platform online yang menerima donasi-donasi seperti itu. seperti
@Tukarbaju, @Lifeatpurpose, dan lain sebagainya. Kemarin aku mendonasikan 33
pakaianku ke platform @Lifeatpurpose. Platform yang satu ini menurutku paling
enak kalau buat donasi pakaian. Karena, kita tinggal ngisi aja formnya, dan
alamatnya akan dikirim lewat email. Sesimple itu. Oh ya, sebelum kalian
memilih ingin mendonasikan barang kalian dimana, jangan lupa untuk mengecek
organisasi atau platform tersebut. Apakah sesuai dengan standar dan tujuan
kalian.
Alasan kenapa aku memilih menjual dan
donasi barang adalah aku ingin barang yang aku miliki dapat jadi bermanfaat
bagi pihak tertentu. Disatu sisi, barang tersebut sudah tidak memiliki manfaat
khusus bagi aku sendiri, dan bisa jadi dapat bermanfaat bagi orang lain. Just
keep clean and simple guys.
4. SPARK
JOY
Kalian pastinya sudah tau dong, kata-kata
“Spark Joy” yang sering diucapkan oleh Marie Kondo dalam berbagai
interviewnya. KonMari method yang memiliki nama lengkap Marie Kondo
merupakan salah satu tokoh berpengaruh bagi kehidupan minimalisku. Aku mengenal
metode KonMari sejak tahun 2018 disalah satu konten youtube Sadie Aldis. Metode
konmari ini menurutku memang cocok untuk dijadikan salah satu cara
memaksimalkan pola hidup minimalis. Marie Kondo selalu mengajarkan untuk menata
dan mengkategorikan barang yang sama sehingga tidak sulit untuk dicari. Hal
yang paling aku suka adalah bagaimana dia mendemosntrasikan cara merapikan
barang dan pakaian, terutama melipat pakaian.
Sejauh ini aku tidak kesulitan untuk
mengikuti metode KonMari. Selain mudah tanpa ribet, membuat ruangan rapi
merupakan nilai plus tersendiri sebagai tempat orang menghabiskan waktu untuk
beristirahat. Kalian juga bisa menemukan berbagai metode KonMari pada media
sosial lainnya. Tidak ada salahnya, untuk mencoba mentode yang satu ini.
Apakah
kalian tertarik menerapkan pola hidup minimalis?
Komentar
Posting Komentar