EMANG LUSI BISA APA?
EMANG LUSI BISA
APA ?
Lusiana Agustina
#WaktuBercerita
Beberapa hari terakhir, ada satu hal yang
mengusikku dan itu adalah sebuah kalimat pertanyaan.“Aku bisa apa?” “Sebenarnya,
aku bisa apa sih?” mungkin ini adalah salah satu pertanyaan mengenai diri
sendiri. Tapi, faktanya pertanyaan ini ga muncul tanpa sebab. Pertanyaan ini
muncul setelah aku mendengar cukup banyak orang yang mengatakan, “emang Lusi
bisa apa?”
Berdasarkan fakta itu, aku mulai
mempertanyakan kepada diri sendiri. Pertanyaan yang pertama, mungkin masih
menyangkut kepada diriku sendiri, “Lusi bisa apa?”. Hari demi hari pun
terlewati, dan satu pernyataan simple
itu berubah menjadi sukar untuk aku jawab. Dan bukannya aku jawab segera,
pertanyaan-pertanyaan yang lain pun bermunculan. Sampai pada, “Kenapa sih,
mereka ngerendahin aku?”
Mungkin beberapa kalian berpikir, “gitu
aja kok dipikirin sih?” “sensi amat jadi orang”. Well, kembali lagi pada faktanya jika semua orang berbeda-beda.
Beberapa orang mungkin akan bertingkah biasa saja saat direndahkan, tentu saja
dengan alasan yang berbeda. Dalam kasusku, mungkin saat pertama kali
mendengarnya, aku bersikap biasa saja dan membalasnya dengan senyuman, atau
malah ikut merendahkan diriku sendiri. Aku ga bodoh-bodoh amat, sampai gatau mana
yang hanya gurauan santai dan mana yang merendahkan.
Sekitar beberapa minggu lalu, aku
menghabiskan waktu dengan beberapa teman (lama). Dapat dikatakan mungkin sebuah
pertemuan reuni? Mengingat jika kita sudah lama tidak berjumpa. Kita bertemu
dan menghabiskan waktu yang didominasi dengan berbagai perbincangan. Mulai dari
menanyakan kabar satu sama lain, sampai pada topik utama. “Kuliahmu gimana?”.
Kami berasal dari jurusan yang berbeda
dengan universitas yang berbeda pula. Banyak hal yang kami perbincangkan, satu
demi satu. Salah satunya adalah keluh kesah. Salah satu temanku mulai menceritakan
betapa sulitnya menjalankan dunia perkuliahannya, bukan karena ia merasa salah
jurusan, justru sebaliknya. Ia berbicara lantang dengan mata yang
berbinar-binar walaupun hari sudah malam. Tanpa ditanya lagi, sudah pasti kami
mendengarkan ceritanya yang terdengar seru itu dengan serius. Dan sesaat ia
merasa puas dengan mengutarakan kesulitannya itu, ia melirikku dan berkata,
“Kalo kamu
mesti ga bakal bisa lus.”
Jujur saja, aku cukup tersentak dan
berusaha tersenyum kecil dengan mengatakan, “Iya, kayaknya susah banget.” Dan
kami pun kembali terdiam. Beberapa temanku mungkin merasa jika kata-kata itu
membuat suasana menjadi sunyi dan tentu menganggu pemikiranku. Ketika waktunya berpisah,
aku kembali pulang dengan memikirkan apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Dan
perkataan itu seakan menghantuiku.
Malam itu cukup tenang, tanpa adanya hujan
maupun angin. Dan entah kenapa, temanku yang sudah lama tidak berjumpa ini, malah
mengatakan hal seperti itu, bahkan di depan beberapa temanku. Aku merasa malu
dan seakan terkucilkan, seakan-akan dia merendahkanku dengan alasan yang aku
juga gatau itu apa.
Kejadian seperti itu, tidak terjadi satu
atau dua kali. Mungkin lebih? Bahkan ada juga yang mengkhawatirkan, bagaimana
aku bisa bersosialisasi. Plus dengan nada merendahkan. Sampai aku mulai
mempertanyakan hal yang seharusnya tidak kupertanyakan. “kenapa sih, mereka
ngerendahin aku?”
Sebenarnya, aku bisa sesuatu atau tidak
bukanlah perihal yang penting dalam kehidupan mereka. Tapi, entah mengapa
mereka seakan melihat sosok ‘Lusi” yang tidak bisa apa-apa. Dan aku bakal
ngerasa bodoh, jika aku selalu mendengarkan perkataan mereka.
Menurutku, segala sesuatu yang terjadi
adalah berkah dan mungkin ini adalah salah satu contohnya. Sikap merendahkan
yang mereka lontarkan seakan membuatku termotivasi dengan arah yang lebih
positif.
Nah, aku yakin banget apa yang aku
alami ini juga pernah kalian rasakan,
dimana ada saatnya kita direndahin tanpa tahu alasannya. Jadi, sikap apa sih
yang bisa kita terapkan jika hal ini terjadi dan tidak meresahkan kita lagi?
Berdasarkan salah satu artikel yang aku baca, ada 5 hal atau langkah yang bisa
kita lakukan jika kita sedang direndahkan oleh orang lain, dan jujur saja 5
langkah ini bener-bener efektif banget untuk memotivasi kita.
Berdamailah dengan
diri sendiri, (mereka yang merendahkanmu belum tentu lebih baik).
Hal ini ga mudah untuk
dijalanin, karena penangkapan informasi atau perkataan setiap orang itu
berbeda-beda. Salah satunya, aku. Aku yang terlalu sensi, malah lebih
menghiraukan perkataan mereka. Jadi, berdamai dengan sendiri itu penting,
dimana kamu harus percaya, jika kamu itu setara, kamu itu juga bisa, dan tentu
saja kamu lebih baik di bidang tertentu yang berbeda dengan mereka.
Bersikap Bijak
Disaat kalimat
merendahkan itu kita dengar, apalagi disaat banyaknya orang berkumpul. Aku
yakin banget, tidak jarang orang bakalan emosi. Mau itu emosi yang ditutupi
atau justru ia lontarkan. Tapi ingat, emosi-emosi ini justru membahayakan, dan jika
kamu memperlihatkannya, itu artinya kamu sama saja dengan mereka.
Mungkin kalian berpikir,
jika itu salah satu sikap membela diri. Well
bisa saja, akan tetapi ya itu tadi, bersikap sebijak mungkin dalam menyikapi
hal itu. Just stay cool!
Instropeksi Diri
Gaada salahnya jika mendengarkan
cemooh mereka. Bisa jadi, itu adalah waktunya kita untuk instropeksi diri.
Semua orang memiliki pemikiran yang berbeda, dan juga pandangan yang berbeda.
Jangan sampai kita juga merasa benar. Instropeksi diri itu penting sekali.
Contohnya saja, aku juga melakukan hal ini. Instropeksi diri, yaa kenapa sih
mereka sampai ngomongin seperti itu? Kenapa sih selalu aku yang direndahin? Ya
mungkin saja ada berbagai alasan yang mungkin bisa kamu perbaiki dalam dirimu
sendiri.
Mencoba Memaafkan
Yakin deh, ini adalah
tantangan tersulit. Siapa sih yang bisa melupakan sesuatu hal yang bener-bener
bikin kita sensi, dan mengatakan pada diri sendiri “ya udahlah, aku maafin aja
kali ya.” Bagi sebagian orang mungkin bisa saja, tapi bukan berarti semua orang
bisa dengan sesantai itu. Tapi kalau dipikir-pikir emang bener sih, lagian its wasting time ga sih?
Buktikan!
Buktikan kalau kamu itu
juga bisa! Buktikan dengan cara yang bijak. Buktikan jika kamu itu juga bisa
sukses dengan bidang yang kamu miliki dan sukai. Coba aja kalian ubah kalimat
merendahkan itu menjadi motivasi diri.
-
Percayalah pada dirimu sendiri jika kamu
bukanlah orang yang sama, biarkan jika mereka tetap melihat kamu dengan tatapan
yang sama, dengan cacian yang sama, atau bahkan menyikapi kesuksesanmu dengan
cara yang sama, karena itulah yang membuatmu menjadi dirimu yang sekarang. Diri
yang jauh lebih positif.
Komentar
Posting Komentar