SENYUM ITU BEBAN


SENYUM ITU BEBAN

Lusiana Agustina

Ekspresi merupakan salah satu wadah untuk menyampaikan keadaan emosi seseorang. Ekspresi dapat mencerminkan bagaimana perasaan kita yang sebenarnya. Salah satunya adalah tersenyum. Mungkin kalian heran, dengan judul tulisan ini, “senyum itu beban”? Sebenarnya itu bukanlah sudut pandang dari arti kata senyum, melainkan peran senyum bagi saya. 

Banyak orang yang mengatakan jika senyum adalah kunci kesuksesan. Jika kalian tersenyum, banyak orang yang menggangap tinggi derajat kalian. Mau dikatakan, kalian ramah, murah hati, percaya diri, dan sebagainya. Saya sangat setuju akan perihal tersebut.

Akan tetapi, tidak semua orang dapat mengekspresikan perasaan mereka secara langsung. Termasuk saya. Saya adalah salah satu orang yang sulit mengekspresikan keadaan emosi, tersenyum. Bagi saya, senyum itu adalah beban. Sulit bagi saya, untuk tersenyum lebar. Jika kalian tanya mengapa? Mungkin saya tidak dapat menjawabnya. 

Bukan berarti saya tidak pernah tersenyum sama sekali. Tentu saja, saya pernah tersenyum tapi tidak untuk semua orang. Misalnya saja, saya sulit tersenyum kepada orang yang lebih tua ataupun sebaliknya. Entah mengapa, saya lebih memilih diam. Adakalanya saya berusaha untuk mengubah sudut pandang saya mengenai tersenyum. Tapi, setelah turun ke lapangan pemikiran itu seakan hilang entah kemana, dan saya akan kembali diam. 

Menurut saya, tidak sedikit dari banyak orang menyalahkan arti dari senyuman perempuan. Kenapa saya dapat berkata seperti itu? karena saya pernah mengalaminya. Jujur saja, saya sangat memilih-milih dalam konteks siapa yang ingin saya senyumi. Pemikiran tersebut berkelanjutan sampai pada akhirnya saya sulit untuk tersenyum. Hal itu berdampak besar bagi diri saya dalam lingkungan masyarakat, dan tanggapan orang terhadap saya. 

Persepsi yang tinggi, mungkin salah satu penyebab utamanya. Saya terlalu takut untuk tersenyum kepada seseorang karena saya sudah memiliki persepsi tersendiri. Mungkin kalian berpikir, jika senyum itu mudah. “Senyum ya tinggal senyum, apa susahnya?. Sejujurnya, saya ingin sekali tersenyum dengan mudah, akan tetapi sulit untuk melakukannya, dan membuat saya berpikir, jika senyum itu adalah beban. Beban yang sulit untuk saya bantahkan.

Komentar

Postingan Populer