LINGKARAN PERTEMANAN
LINGKARAN PERTEMANAN
Lusiana
Agustina
Pernahkah
kalian sejenak melihat lingkaran pertemanan kalian? Pernahkah kalian
menilai nilai positif dan negatif dari lingkaran pertemanan kalian? Tentu saja,
kalian pasti pernah melakukan hal tersebut.
Bagi
saya, lingkaran pertemanan itu penting. Karena, lingkaran pertemanan itu yang
menentukan kearah mana kalian akan melangkah nantinya. Eh, bukan berarti kita
memilih-milih dalam berteman atau friends
with benefit. Bukan itu yang saya maksudkan.
“Persahabatan bukanlah sesuatu yang bisa kau
pelajari di sekolah. Tapi kalau kau belum belajar memahami maknanya, maka kau
belum belajar apapun.” (Muhammad Ali)
Arti persahabatan menurut
Muhammad Ali bukanlah suatu hal yang bisa dipelajari. Ketika kalian belum mengerti
arti dari persahabatan, maka kalian belum belajar apapun.
Lingkaran
pertemanan adalah tempat dimana kita akan saling belajar satu sama lain. Mau
itu bersifat positif maupun negatif. Sebelumnya saya tidak pernah menyadari
betapa besar peran lingkaran pertemanan. Dulu, saya selalu berpikir
hanya berteman dengan orang-orang yang dapat membuat saya senang. Tapi, dalam
pertemanan itu bukan hanya ada senang yang diutamakan. Akan tetapi, rasa nyaman
dan juga aman.
Bukan
hanya merubah lingkaran pertemanan kalian saja. Tapi, ubahlah pola pikir kalian
terlebih dahulu, jangan sampai kalian menyalahkan lingkaran pertemanan kalian
jika ada unsur negatif melekat dalam diri kalian. Jika dari awal kalian sudah
melihat kemana arah jalan itu, itu artinya kalian sudah dapat memilih
jalan yang lainnya dan mencoba untuk menghindarinya.
Adakalanya
kita baru menyadari hal itu, disaat kita sudah berjalan di jalan yang sama. Berjalan-jalan penuh kesenangan akan tetapi disertai rasa resah. Tidak ada kata
terlambat untuk sebuah perubahan, yang dapat kalian lakukan adalah mulai
melepaskan dan keluar dari lingkaran itu. Mungkin terdengar mudah, tapi
yakinlah jika itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan.
Rasa
keraguan, tidak aman, resah, dan berbagai perasaan lainnya akan bermunculan.
Tapi, itu kembali lagi kepada diri kita. Sudah saatnya bagi kita untuk memilih
jalan mana yang harusnya kita jalani.
Sebenarnya,
itulah yang saya rasakan sebelumnya. Saya dulu terlalu takut untuk melepaskan lingkaran
yang sudah lama melekat pada diri saya. Bukan awal yang mudah, tentu banyak
sekali hal-hal yang harus kita hadapi. Hal-hal seperti inilah yang akan membuat
kita sadar. Jika lingkaran pertemanan itu bukan hanya sekadar bersenang-senang
bersama, akan tetapi ada juga rasa nyaman dan aman.
Melepaskan
bukan berarti tidak menjaga silahturahmi. Tentu saja, kita juga harus menjaga
silahturahmi. Akan tetapi, kita juga harus berpikir ke depan dan menguatkan
prinsip kita sendiri. Misalnya, kalian mulai menentukan waktu yang tepat saat
ingin bersilahturahmi, membicarakan topik yang mencakup luas, dan ambil saja
hal-hal positifnya.
Kejadian
ini, mengingatkan saya kembali. Perlu beberapa waktu yang cukup lama, bagi saya
untuk bertemu lagi dengan teman-teman dari lingkaran pertemanan yang saya
lepaskan. Ada rasa khawatir tentu saja, tapi mau tidak mau kita juga harus menjaga
tali silahturami bukan? Disinilah kalian dapat melihat, bagaimana nilai positif
dan negatif sebuah pertemanan. Mulai dapat menilai pola pikir seseorang lebih
luas, dapat memilih-milih hal mana yang dapat kita ambil sebelumnya.
Pertemanan
itu layaknya keluarga kita yang kedua setelah keluarga utama. Mereka dapat mengubah
pola pikir kita, cara melihat kita kearah depan, dan dapat menuntun jalan kita
ke depannya. Pertemanan memang menjadi peran penting dalam kehidupan kita.
Sudah
saatnya, kita menentukan mana hal yang baik untuk diri kita. Karena, tidak ada
salahnya melepaskan sesuatu yang kurang sehat pada diri kita. Konteks positif
adalah prioritas utama dalam kehidupan, begitupula dalam lingkaran pertemanan.
Komentar
Posting Komentar