JENDELA DUNIA


JENDELA DUNIA
Lusiana Agustina

Jika kalian melihat keluar jendela, bukankah langit terlihat begitu cerah dan sedikit berwarna biru, layaknya sebuah lautan di samudera yang menandakan jika hari pagi telah tiba. Disini, saya melihat dan merasakan hal yang sama. langit yang cerah disertai angin yang berhembusan kencang membuat lembaran-lembaran buku mulai membalikkan diri dengan indahnya. Setiap kata “buku” yang kita ucapkan, membuat kita sadar sudah berapa lama kita tidak membaca sebuah buku? atau lebih tepatnya kapan terakhir kali kita membaca sebuah buku? apakah pertanyaan seperti itu pernah muncul dalam pikiran kalian?
-
Bila ada sebuah pertanyaan, hobi apa yang saya miliki? Mungkin saya akan menjawab membaca dan menulis dengan penuh keyakinan. Pepatah pernah mengatakan jika membaca adalah jendela dunia. Apakah kalian tahu maksud dari pepatah tersebut? Jika kalian tahu, apakah kalian sadar betapa pentingnya membaca? 

“Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir, semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun”   
Voltaire (penulis dan filsuf dari Perancis 1694-1778).

Kalimat diatas merupakan salah satu kata mutiara mengenai membaca. Saat saya membaca kalimat tersebut, membuat saya sadar betapa pentingnya arti membaca. Dapat kita ketahui jika gerakan literasi di Indonesia tergolong cukup rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Akan hal itu, kementerian pendidikan dan kebudayaan menerbitkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Salah satunya adalah membaca buku nonteks pelajaran selama 15 menit sebelum jam pembelajaran dimulai setiap hari sekolah. Program ini bertujuan agar gerakan literasi di sekolah dapat terwujud dengan baik dan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. 

Mungkin, berdasarkan program literasi tersebut minat baca saya mulai tumbuh. Jika saya melihat ke belakang dari sekarang, hampir tidak pernah saya terpikirkan untuk membaca sebuah buku. Hari-hari sekolah saya lewati begitu saja tanpa menyentuh satu buku pun khususnya buku fiksi. Akan tetapi, sejak program literasi itu dilaksanakan di sekolah, membuat saya menyadari jika membaca buku adalah hal yang menyenangkan. Buku yang pertama kali saya baca berjudul “Me Before You (Sebelum Mengenalmu)” karya Jojo Moyes versi terjemahan. Dan buku tersebut telah diangkat ke layar lebar. 

Seiring berjalannya waktu, hari demi hari saya selalu mengusahakan untuk membaca buku minimal 15-30 menit per hari. Hal tersebut, sama halnya melatih cara membaca kita. Jika dapat saya katakan, membutuhkan waktu yang lama bagi saya untuk menulis cerita perjalanan tentang bagaimana rasanya mencintai budaya literasi. Jadi, sudah berapa banyak buku yang kalian baca? Jangan lupa untuk membaca demi meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.


Komentar

Postingan Populer